Sabtu, Januari 03, 2009

Waspadai, Bahaya Laten Terorisme

Ancaman bahaya terorisme, tidak hanya berakhir setelah di eksekusinya Amrozi CS beberapa waktu lalu, namun masih menghantui kita karena dengan satu alasan. Terorisme dapat muncul dimana saja dan oleh siapa saja. Oleh Karena itu, Sosialisasi terhadap Terorisme gencar dilakukan oleh pihak kepolisian. Seperti halnya sosialisasi yang diselenggarakan pada hari Rabu (26/11) lalu atas kerjasama pihak akademik UNPI dengan Polres Cianjur dan PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian) Jakarta. Tidak kurang dari 40 orang mahasiswa ikut terlibat dalam sosialisasi tersebut, nampak pula kehadiran Presma dan gubernur tiap fakultas.
Sesi diskusi merupakan yang paling ditunggu-tunggu, terbukti dari banyaknya mahasiswa yang bertanya seputar terorisme yang serta pergerakannya di mayarakat. Sontak, cukup membuat pembicara (Sukamat) keteteran dengan pertanyaan dari mahasiswa. Paling tidak, mahasiswa sebagai komunitas yang rentan menjadi target perekrutan massa teroris harus paham serta mengetahui indikasi terkait mengenai laju jalannya perkembangan terorisme. Terlebih seorang buronan kepolisian yaitu, Noerdin M Top masih berkeliaran bebas. Untuk itu, antisipasi dini dari sosialisasi terkait sangat dibutuhkan dan harus terus dilakukan

( Chika & Astri ).
Read more

Outbound 2008 Ekonomi

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa baru angkatan 2008, Fakultas Ekonomi kembali menggelar acara outbound dengan tema “Economics Leadership Basic Training” di halaman kampus UnPI pada hari Minggu (23/11) lalu, dan berhasil merekrut 24 paserta dibawah bimbingan ketua senat Ekonomi.

(Chika)
Read more

Reboisasi dan Penghijauan

Minggu (30/11) lalu, menjadi catatan penting untuk kawasan penghijauan di Cianjur. Pasalnya FKIP Unsur yang bekerjasama dengan berbagai pihak ( BEM UnPI, Gamapala UnPI, BEM Hukum dan Teknik UNsur, PKT, Yonif 300 Raider, Prabu Salaya Pencinta Alam dan perhutani) menanam 3000 pohon di kawasan gunung Geulis

Dan Mananggel dalam rangka hari penanaman pohon nasional. Tidak tanggung-tanggung 500 peserta ikut tergabung dalam kegiatan tersebut. Tanaman yang ditanam meliputi pohon jati, pohon karet dan pohon sawi. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi antisipasi nyata terhadap bencana alam yang terjadi di Cjr.

( Chika )
Read more

Pelantikan Anggota Baru Teater Biroe UNPI

Acara pelantikan anggota teater biroe diwarnai hiruk pikuk latihan “pemeranan karakter”. Jumlah anggota pendaftar yang berjumlah 15 orang, hanya diikuti oleh 10 orang saja, yaitu (Anggre, Oca, Lena, Onez, Muthiya, Yunita, Euis, Vey, Astria, Rindi) Gelaran acara yang dikemas sedemikian rupa oleh panitia digelar di Lapangan Parkir UNPI kemudian dilanjutkan ke Lapangan Hypermart cianjur. Tujuannya, untuk melatih mental serta pendalaman karakter pada setiap peran yang diberikan. Jaya Terus Teater Biroe!!!
( Chika )
Read more

Pelantikan “Kompi Galak” HMI Komisariat UNPI

Latihan Kader (LK) yang diselenggarakan pada hari jumat-minggu (24-26/10) lalu, diadakan di villa green apple blok F-10 Cipanas behasil merekrut 22 orang kader yang akan meneruskan misi HMI kom-UNPI selamua periode 2008-2009.
Materi yang disuguhkan selama 3 hari berturut-turut tersebut meliputi 14 materi wajib dan muatan lokal.
Salah satu materi wajib yang bikin orang “muntah berdiri” dan menjadi materi favorit adalah materi NDP (Nilai Dasar Perjuangan). Sontak membuat “pencerahan pikiran” yang cukup significant bagi para kadernya.
Pelantikan yang dilaksanakan di ruang C201 pada sabtu (29/11), berkhir dengan khimat dengan penyerahan sertifikat dan pin pada para kader. Tak lupa penyajian Dramatik puisi “Revolusi belum Mati” semakin membuat gejolak jiwa hadirin dan tamu undangan semakin berderu kencang.
( chika )
Read more

Fakumnya organisasi, paradigma mahasiswa

Menyadari bahwa mahasiswa merupakan abdi bagi masyarakat sabagaimana tercantum dalam tridharma perguruan tinggi dan disebut-sebut sebagai agent of change yang bisa ikut dan turut serta melakukan perubahan: alergi terhadap penyimpangan dan kritis pada dinamika sosial-budaya maupun carut-marutnya dunia perpolitikan saat ini.
Organisasi dalam sebuah lembaga idealnya dapat menjadi media pemberdayaan kualitas SDM bagi anggotanya untuk bisa mengantarkan pada perubahan yang lebih baik.
Tapi lain halnya dengan sumber daya manusia yang ada di kampus kita: Universitas Putra Indonesia, tidak semua ikut berpatisipasi dan mendukung perubahan yang dicita-citakan itu malah ada juga yang cuek bebek tak perduli. Itu bisa kita lihat dari persentase maba (mahasiswa baru) angkatan tahun 2008/2009 sebesar 30% yang ikut berpartisipasi dalam berorganisasi. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Salah satu faktor utamanya adalah belum aktivnya kembali berbagai UKM dan OKP yang ada dikampus kita karena tertidur panjang mengalami libur menjelang tahun ajaran baru. Hal itu bisa didukung pula oleh pelaku-pelaku inti dari beberapa organisasi yang ada di Unpi yang terlihat ogah-ogahan dan sibuk dengan urusannya masing-masing. Padahal keberhasilan akan jatuh pada organisasi-organisasi yang menjaga fleksibilitas mereka, terus-menerus memperbaiki kualitas mereka. Bukankah tidak pernah ada pasukan yang buruk yang ada hanyalah pemimpin yang buruk?
Hal ini disinyalir ada sistem birokrasi yang rumit dari lembaga. Yang berwenag terpusat, rentang kendali yang sempit dan pengambilan keputusan yang mengikuti rantai komando. Hal ini sangat berpengaruh pada eksistensi suatu organisasi. Karena lingkungan sanagat berpengaruh pada kinerja suatu organisasi.
Adapun kendala dalam berorganisasi dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang stasis. Hanya sedikit kekuatan di lingkungan mereka yang berubah. Lingkungan statis menciptakan ketidakpastian lebih besar bagi para pelaku organisasi dari pada lingkungan yang dinamis. Dan karena ketidakpastian merupakan ancaman bagi keefektifan organisasi, maka organisasi ditantang untuk untuk bisa meminimalkannya. Salah satu cara mengu rangi ketidakpastian lingkungan adalah adalah melalui penyesuaian stuktur organisasi 1 dan menjadi menjadi “PR” bagi para pelaku organisasi.yang wajib dilakukan untuk mencapai perubahan. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?
( Astri, Fikom Tingkat 1 )
* Stephen P Robbins
Read more