Rabu, April 30, 2008

Panggung Politik dan Pesta Demokrasi

Pelaksanaan pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2008 (pilgub jabar) mulai memasuki titik-titik rawan konflik hanya dalam hitungan hari, komisi pemilihan umum daerah (KPUD) jabar akan menetapkn pasangan bakal calon yang layak bertarung di panggung politik dan pesta demokrasi,mulai saat itulah para calon akan tebar pesona dan menebar berbagai janji. akibatnya bukan hal aneh jika warga jabar sudah hafal dengan selogan-selogan ysng mereka ujarkan hanya untuk merauk simpati masyarakat jabar, melihat janji yang di tebarkan masing-masing calon sepertinya memperbaiki jabar bukanlah hal yang sulit, siapa pun yang menang dari pangung politik ini keliatan nya dapat membuat tempat pariwisata ini jadi lebih baik lagi. adakah hal itu hanya akan tinggal janji........?!
Saat pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 13 April 2008 lalu, akhirnya pilgub akan melahirkan pemimpin daerah yang tidak populis di masyarakat. Dampaknya sudah dapat diduga dalam konstelasi politik di masyarakat jabar. Bahwa pilgub jabar tidak lebih sebagai permainan semata di sekitar elite politik.
Pendapat saya siapapun Gubernurnya, yang penting memiliki komitmen pada perubahan mendasar di semua aspek sistem kelembagaan maupun sosial kemasyarakatan. perubahan semestinya diawali terhadap pembenahan-pembenahan yang ada di kehidupan masyatarakat, menurut saya peroses pilgub akan dianggap berhasil bila dapat melahirkan pemimpin Jabar yang benar-benar punya komitmen politik untuk bangkit dari ketepurukan, dari kemiskinan, pengangguran, pelanggaran Hukum, moral, dan sosial, serta berkomitmen pada janji-janji yang di janjikan calon gubernur pada kampanyenya kemarin, maka tidak tepat dan terpuji jika dalam situasi yang masih bicara perut, rakyat harus belajar demokrasi dalam masalah politik, tidak akan berkembang jika suatu bangsa yang kuat dan besar bila mayoritas masyarakatnya masih lemah dan miskin, jangan sampai pemenang dari pilgub jabar kemarin hanya mementingkan perut masing-masing.
(R.Ayu Ega, M) FIKOM
Read more

perkembangan pilgub jabar dari awal hingga akhir

Wahana Kampus Fikom-UNPI

RESUME:

Pada acara coffee morning jumat lalu yang bertempat di balai prayoga pemda cianjur. Pihak KPU mengadakan jumpa pers dengan para wartawan dan pihak-pahak lainnya. Dengan narasumber antara lain : Ketua KPU Bpk Chairul Anam, Panwas, wakil bupati, dan kapolres cianjur.Ketua KPU menjelaskan beberapa syarat dan prasyarat tentang pilgub jabar ini antara lain:

- Bagi masyarakat yang mempunyai hak pilih akan tetapi tidak mempunyai kartu pilih maka ia masih bisa memilih asalkan mempunyai kartu C6. Tapi bila masyarakat tidak mempunyai kartu hak pilih dan surat c6 masyarakat masih bisa menggunakan hak pilihnya asalkan mempunyai kartu identitas KTP ataupun yang lainnya asalkan terdaftar di RT nya masing-masing.

- Biaya administrasi logistik kab.cianjur sudah dianggarkan dari APBD kab.cianjur surat suara untuk pemilihan pilgub jabar dan didukung dengan alat-alat yang canggih.

- Panwas pemilu sudah ada pelanggaran dari ketiga calon dan panwas pemilu akan melakukan tindakan hukum kerja sama dengan polri yang kasusnya ada 16 yang diantaranya adanya keamanan lalu lintas karena akan terjadi kemacetan disekitar tempat pemilihan suara.

PENDAPAT:

Dari pilkada ini, saya kebetulan tdk bisa memilih salah satu kandidat karena tdk mendapatkan kartu, ...beberapa hari ini saya memperhatikan, ada 2 kandidat dan 2 tim sukses yang sedang mempengaruhi rakyat jabar. “Tujuan penting yang harus dilakukan adalah mendorong kemajuan Jawa Barat dan terciptanya kesejahteraan bagi seluruh warga Jabar.”

Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat telah memasuki babak akhir. KPUD Jawa Barat menetapkan Selasa, 22 April 2008, sebagai hari penentuan pemenang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Jabar periode 2008-2013. Seperti sudah diketahui, prosesi PilGub/Wagub Jabar diikuti oleh tiga pasangan calon, yaitu DA’I (Danny Setiawan – Iwan R. Sulandjana), yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat, AMAN (Agum Gumelar dan Nu’man Abdul Hakim), diusung banyak partai, antara lain PDI-P dan PPP; serta HADE (Ahmad Heryawan – Dede Yusuf), diusung Partai Keadilan Sejahtara dan Partai Amanat Nasional.

Pengumuman pemenang Pilgub secara resmi memang akan diumumkan KPU Jabar pada Selasa ini. Namun, sebagai gambaran umum, penghitungan suara pilgub ini sudah diperoleh dari proses penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey, seperti Lingkaran Survey Indonesia dan Litbang Kompas. Secara keseluruhan proses quick count tersebut menentapkan pasangan HADE sebagai pasangan yang memperoleh suara terbanyak dalam proses pilgub tahun 2008 ini.

Kemenangan pasangan HADE tersebut tampaknya menjadi titik balik perubahan dunia politik. Munculnya pemimpin tidak mululu dijamin karena senioritas untuk mendapt dukungan suara rakyat. Pengalaman pun bukan lagi menjadi “modal” untuk menang. Sebab, masyarakat saat ini sudah melek politik, walaupun baru sekadar “membuka mata”. Mungkin setelah mata terbuka belum tentu mampu mewaspadai jalan berkelok dan terjal. Inilah wujud sebuah kemajuan politik

( Firna Resmi Aprianti -Fikom unpi-)
Read more

Kesiapan PILGUB 2008 di Cianjur

Ada empat narasumber pada dialog kali ini yang bertempat di gedung Prayoga Pemda Cianjur pada tanggal 11 April 2008. Yang menjadi pembicara diantaranya Bapak Chairul Annam, selaku ketua KPU Cianjur, perwakilan dari PANWAS PILGUB, perwakilan dari pemerintah oleh Bapak Tedi, serta Bapak Priyadi yang merupakan humas dari Polres Cianjur.

Setiap pembicara memaparkan materi yang sesuai dengan peranan dan tugasnya masing – masing dalam hal mengenai persiapan PILGUB kali ini. Bapak Chairul Anam menjelaskan tentang banyaknya kartu pemilih yang belum lengkap dalam beberapa kecematan. Ada 12 kecamatan yang kartunya pemilihnya belum lengkap, akan tetapi beliau menegaskan bahwa kartu pemilih bukanlah syarat normatif. Selain itu banyak pula kesalahan teknis atau cetak pada penulisan nama, jenis kelamin, dan lain sebagainya dalam kartu pemilih. Sedangkan syarat normatif untuk memilih yaitu telah terdaftar dalam DPT, bisa juga menggunakan kartu lain seperti KTP dan lain sebagainya.

Beliau juga mengantisipasi atas pemalsuan surat suara dengan cara mempersiapkan 4 alat deteksi yang masing – masing memiliki kegunaan untuk melihat ciri – ciri khusus dalam surat suara baik berupa tulisan maupun logo pada tempat – tempat tertentu yang hanya diketahui oleh KPU.

Perwakilan dari PANWAS PILGUB menjelaskan mengenai pengawasan PILGUB. Terdapat 2 fungsi pengawasan yang dilakukan oleh PANWAS yaitu, pengawasan pasif dan pengawasan aktif. Pengawasan pasif dilakukan dengan cara menerima pelaporan pelanggaran pada pelaksanaan yang bersumber dari berita yang diberitahukan oleh pemantau, masyarakat, dan lain sebagainya. Sedangkan pengawasan aktif yaitu mencari kemungkinan – kemungkinan yang terjadi dari pihak yang ikut melaksanakan PILGUB. Ada 16 perkara dari 6 kasus pelanggaran yang dilakukan dalam kampanye oleh masing – masing tim kampanye dari ketiga calon.

Sedangkan Bapak Tedi, yang mewakili Bupati dari jajaran pemerintahan setempat, menjelaskan bahwa yang menjadi kendala pelaksanaan PILGUB adalah sulitnya mendapatkan sarana dan prasarana, misalnya transportasi. Terutama di Cianjur Selatan. Selain itu kondisi alam juga akan sangat mempengaruhi kesuksesan PILGUB meskipun faktor ini tidak dapat diprediksikan, akan tetapi akibatnya akan fatal. Misalnya, pada hari pelaksanaan tanpa diduga adanya suatu bencana alam yang tidak akan memungkinkan PILGUB dilaksanakan.

Satu unsure lagi yang sama pentingnya yaitu pengamanan. Hal ini dikemukakan oleh Bapak Priyadi, humas Polres Cianjur. Beliau menyebutkan pihak kepolisian telah mengerahkan pasukannya untuk ditempatkan disetiap TPS.

Sebagai warga Jawa Barat saya pun melakukan pencoblosan di TPS 2 yang berlokasi di Desa Sukamaju, dengan jumlah pemilih sebanyak ± 400 orang. Panitia PILGUB pun terlihat rapi dengan menggunakan seragam yang sama warnanya yaitu dengan kemeja putih lengan panjang, celana hitam, dan jas. Saya menilai minat masyarakat terhadap PILGUB ini tidak terlalu antusias. Dapat dibuktikan dengan adanya pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya atau pemilih yang tidak terdaftar. Suasana pada saat jam pencoblosan pun sepi pemilih. Pada jam 13.00 WIB hasil pemilihan pun dapat dilihat dengan kemenangan nomor urut 3 yaitu pasangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf).

Ismi M. FIKOM NIM 06810006

Read more

Kamis, April 24, 2008

Cianjur siap jelang PILKADA JABAR 2008

Coffee Morning Pers, 11 April 2008 pada pukul 09.30 WIB
Pembicara :
1) Ketua KPU Kabupaten Cianjur (Chairul Anam)
2) Panitia Pengawas (Perwakilan Pers)
3) Pemerintah Daerah Cianjur (mewakili Bpk Bupati/H Tedi)
4) Polres Kabupaten Cianjur (Humas Polres Cianjur/ Bapak Priyadi)

 KPU Kabupaten Cianjur
Mengingat hari pencoblosan sudah memasuki H -2, pihak KPU tengah mengupayakan agar seluruh stock logistik dalam pemilihan nanti, dapat terpenuhi pada seluruh Kecamatan yang ada di Cianjur, termasuk ke wilayah pelosok di Cianjur selatan. Termasuk dalam kepemilikan Kartu pemilih, yang ternyata tidak semua orang memiliknya. Pihak KPU sendiri memberikan solusi yang lain sebagai alternative pengganti Kartu pemilih dengan menggunakan kartu C-6, karena kartu kepemilikan kartu pemilih bukan merupakan syarat normatif tetapi hanya sebagai syarat administratif saja. Sehingga seluruh masyarakat yang tidak mempunyai Kartu pemilih tetap masih dapat menyalurkan hak suaranya. Asalkan nama pemilih tersebut terdaftar dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) di masing-masing kecamatan.
Mengenai kekhawatiran salah seorang pasangan calon, yang memungkinkan adanya penggelembungan surat suara palsu. Pihak KPU telah mengantisipasi kemungkinan hal tersebut, yaitu dengan menyediakan 4 alat detector (hasil kerjasama dengan pihak kepolosian) yang bisa menunjukan surat suara asli, dan titik-titik yang bisa lolos dari detector tersebut, hanya pihak KPU saja yang mengetahuinya. Dan alat ini dimiliki oleh masing-masing KPU di seluruh Kabupaten di JABAR.
Untuk mengetahui hasil daripemungutan hasil suara di seluruh kecamatan Cianjur, pihak KPU akan menyaksikan Rekapitulasi hasil pemungutan suara pada tanggan 19 April, Sabtu malam di Lapangan BLK Cianjur.

 Panitia Pengawas (PANWAS)
Sesuai dengan UUD 32 Tahun 2004 yang menyebutkan bahwa Panitia pengawas terdiri dari panitia inti tanpa dibantu oleh panitia lapangan untuk di setiap kecamatan. Merupakan peraturan yang diharapkan bisa dirubah karena hal ini, merupakan bentuk pembatasan partisipasi Mahsiswa untuk menjadi bagian dari pesta demokrasi yang selalu di gelar. Anggota PANWAS yang terdiri dari 5 orang inti tersebut antara lain :
1) Pihak Akademis (setingkat Dosen atau Rektor)
2) Tokoh Masyarakat
3) Pihak Pers
4) Kejaksaan
5) Polres
Tugas dari PANWAS sendiri adalah mengawasi adanya pelanggaran yang memungkinkan terjadi dalam proses pemilihan Cagub dan Cawagub, agar sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Sehingga jika ada penyelewengan yang tidak pada tempatnya, pihak PANWAS berhak menegur dan memberikan sanksi pada pihak yang bersangkutan.

Adapun tugas khusus yang diemban oleh PANWAS adalah:
1) Pengawasan Fasip : PANWAS menerima laporan pelanggaran baik dari masyarakat maupun pihak pendukung para calon lain bila dinilai melakukan pelanggaran
2) Pengawasan aktif : PANWAS tidak hanya menunggu laporan pelanggaran, tetapi tetap mencari dan memeriksa setiap kemungkinan yang akan menyebabkan pelanggaran terjadi
Sepanjang pengawasan terhitung dari tanggal 27 maret – 9 April , PANWAS sudah merekapitulasi 16 perkara dari 6 kasus pelanggaran yang terjadi. Kebanyakan pelanggran yang sering terjadi adalah pelanggaran yang mengganggu aktifitas lalu lintas ketika berkampanye.
Mengingat pada tanggal 11 merupakan hari tenang, maka seluruh atribut dukungan para kandidat harus segera diturunkan dan dilepas. Tetapi ada 1 hal yang sedikit membuat kita tertawa, penurunan atribut (baik baligo, spanduk, stiker, dll) bukanlah tugas Panwas. Tetapi tugas dari seluruh pendukung dari masing-masing calon. Namun ketika dilansir pada pendukung tersebut, mereka menjawab bahwa mereka hanya dibayar untuk memasang dan tidak dibayar untuk menurunkan. Sungguh ironis..

- Pemerintah Daerah (PEMDA)
Berdasarkan informasi yang telah di wacanakan tentang persiapan PILKADA JABAR, tanggal 13 April 2008. Pihak PEMDA telah mempersiapkan komponen panitia terpilih sebagai petugas di seluruh kecamatan dan kelurahan di Cianjur. Jumlah petugas yang tersebar itu sebanyak 32.277 orang. Namun, diungkapkan pula kendala yang yang mungkin terjadi adalah kurangnya peranan masyarakat dan kesiapan dalam mengikuti pesta demokrasi ini. Selain itu, kendala alam yang tidak dapat diprediksi, dapat pula menyebabkan terhambatnya kegiatan ini.

-  Polres Cianjur
Dalam mempersiapkan momen acara akbar PILKADA JABAR, pihak Polres mengerahkan  1057 personilnya di seluruh TPS yang ada di Cianjur serta 128 personil pengaman satuan tugas (Satgas). Persiapan lainnya yang dilakukan Polres diantaranya dengan menggelar upacara penggerseran pasukan pengamanan dalam Pilkada JABAR dan pelatihan simulasi pengamanan 
didalam TPS yang bertempat dilapang Joglo. Adapun pola pengamanan yang diterapkan adalah 
TRIPOLEKSOSBUDHANKAM yang mencakup seluruh elemen Polda, Panwas, dan Linmas.

(Coffee Morning, By : Siska DK, Nim : 06810007, Fikom-UNPI- Cianjur)
Read more

Selasa, April 22, 2008

Wahana Kampus Fikom-UNPI
Read more