Jumat, November 28, 2008

tentang strawberry

1. Sejarah Singkat
Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Rosaceae
Genus : Fragaria
Spesies : Fragaria spp.

Stroberi yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika Utara dengan F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid yang merupakan stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne. Varitas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal Jepang yang cepat berbuah. Petani Lembang (Bandung) yang sejak lama menanam stroberi, menggunakan varitas lokal Benggala dan Nenas yang cocok untuk membuat makanan olahan dari stroberi seperti jam.
3 MANFAAT TANAMAN
Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yang terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.
4. SENTRA PENANAMAN
Dapat dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal dan diminati. Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia harus dilakukan di dataran tinggi. Lembang dan Cianjur (Jawa Barat) adalah daerah sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak membudidayakan stroberi. Dapat dikatakan bahwa untuk saat ini, kedua wilayah tersebut adalah sentra penanaman stroberi.
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan 600-700 mm/tahun.
Lamanya penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan dalam pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
Stroberi adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17–20 derajat C.
Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.
5.2. Media Tanam
Jika ditanam di kebun, tanah yang dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air dan udara baik.
Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang ideal untuk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan untuk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yang disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan airdan unsur hara selalu tersedia.
5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
Stroberi diperbanyak dengan biji dan bibit vegetatif (anakan dan stolon atau akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara 40.000-83.350.
Perbanyakan dengan biji
Benih dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dalam air selama 15 menit lalu keringanginkan.
Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dengan media berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (kompos) halus yang bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media dan tutup dengan tanah tipis. Kotak semai ditutup dengan plastik atau kaca bening dan disimpan pada temperatur18-20 derajat C.
Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai siap dipindahtanam ke bedeng sapih dengan jarak antar bibit 2-3 cm. Media tanam bedeng sapih sama dengan media persemaian. Bedengan dinaungi dengan plastik bening. Selama di dalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.
Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di kebun Tanaman induk yang dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat dan produktif. Penyiapan bibit anakan dan stolon adalah sebagai berikut:
Bibit anakan : Rumpun dibongkar dengan cangkul, tanaman induk dibagi menjadi beberapa bagian yang sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan ditanam dalam polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan pupuk kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.
Bibit stolon : Rumpun yang dipilih telah memiliki akar sulur pertama dan kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dalam atau polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm dan berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.
Bibit untuk budidaya stroberi di polibag : Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dengan cara yang sama, tetapi media tanam berupa campuran gabah padi dan pupuk kandang (2:1). Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar ukuran 30 x 20 cm berisi media yang sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai menghasilkan.
6.2. Pengolahan Media Tanam
Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik sedalam 30-40 cm.
Keringanginkan selama 15-30 hari.
Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm atau guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar guludan 40 x 60 cm.
Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di permukaan bedengan/ guludan.
Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari. f) Buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.
Budidaya di Kebun Dengan Mulsa Plastik.
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik dan keringanginkan 15-30 hari.
Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.
Keringanginkan 15 hari.
Taburkan dan campurkan dengan tanah bedengan/guludan 200 kg urea, 250 kg SP-36 dan 100 kg/ha KCl.
Siram hingga lembab.
Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi bedengan/guludan dan kuatkan ujung-ujungnya dengan bantuan bambu berbentuk U.
Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.
Pengapuran : Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas bedengan/guludan lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera setelah bedengan/guludan selesai dibuat.
6.3. Teknik Penanaman
Siram polybag berisi bibit dan keluarkan bibit bersama media tanamnya dengan hati-hati.
Tanam satu bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar pangkal batang.
Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 dan 150 kg/ha KCl). Pupuk diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman.
Sirami tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman : Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Tanaman yang disulam adalah yang mati atau tumbuh abnormal.
Penyiangan : Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dengan mulsa plastik. Mulsa yang berada di antara barisan/bedengan dicabut dan dibenamkan ke dalam tanah. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.
Perempelan/Pemangkasan : Tanaman yang terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak. Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.
Pemupukan
Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan setelah tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dengan cara ditabur dalam larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup tanah.
Pertanaman dengan mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan kurang baik. Campuran urea, SP-36 dan KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg dilarutkan dalam 200 liter air. Setiap tanaman disiram dengan 350-500 cc larutan pupuk.
Pengairan dan Penyiraman : Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dengan syarat tanah tidak mengering.


Mengonsumsi bahan pangan berwarna hijau raja setiap hari tidaklah cukup. Menurut National Canter Institute, kita seharusnya mengonsumsi paling tidak satu clan masing-masing lima kelompok bahan pangan berwarna setiap harinya. Kelima kelompok warna tersebut adalah merah, putih, biro atau ungu, kuning, dan hijau.

Mengapa kita dianjurkan melakukan hat tersebut? Alasan yang mendasarinya, setiap warna menunjukkan jenis senyawa tertentu yang dominan pada suatu bahan pangan. Sesungguhnya di batik warna-warna tersebut terkandung senyawa fitokimia yang berbeda dengan manfaat yang sangat oar biasa bagi tubuh. Stroberi merupakan salah sate bahan pangan yang mewakili kelompok bahan pangan berwarna merah.

Sesuai dengan namanya, senyawa fitokimia merupakan senyawa spesifik yang terdapat pada jenis tanaman tertentu (fito= tanaman) dengan manfaat yang juga sangat spesifik. Menyadari pentingnya pecan senyawa fitokimia tersebut, beberapa upaya telah dilakukan oleh para ahli untuk mengekstrak atau mengisolasi senyawa fitokimia tertentu dari beberapa jenis tanaman.

Namun, upaya-upaya tersebut tidak selalu berhasil dengan baik. Dalam banyak kasus, suatu senyawa fitokimia hanya aktif dan bermanfaat jika berada dalam kondisi bersinergi dengan komponen lainnya pada bahan pangan tertentu. Upaya isolasi dan pemurnian znenyebabkan, senyawa tersebut tercabut dan terpisah dari yang lainnya, sehingga khasiatnya menjadi menurun atau hilang sama sekali. Oleh karena itu, konsumsi pangan alami jauh lebih baik daripada yang telah dimurnikan.
Beberapa senyawa fitokimia yang terdapat pada buah stroberi adalah:

1. Anthocyanin
Anfhocyanin tergolong dalam komponen flavonoid. Senyawa ini merupakan pigmen pemberi warna merah pada stroberi. Anthocyanin memiliki efek dalam menurunkan tekanan darah serta melindungi terhadap masalah-masalah yang disebabkan oleh diabetes.

2. Ellagic Acid
Selain zat gizi, stroberi juga mengandung senyawa fitokimia yang disebut etlagic acid, yaitu suatu persenyawaan fenol yang berpotensi sebagai antikarsinogen dan antimutagen. Senyawa karsinogen yang memicu timbulnya kanker tersebar luas di lingkungan kita, baik yang berasal dari bahan pangan maupun nonpangan. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita membekali dm dengan banyak mengonsumsi bahan pangan yang mengandung senyawa antikarsinogen, seperti stroberi.

Ellagic acid merupakan persenyawaan fenolik alamiah yang ditemukan pada beberapa famili tanaman,`seperti Rosaceae, Fagaceae, Saxifragaceae, Cunomirutceae dan Myrotharnnaceae. Jenis tanatnan dan famili RosncPae yang banyak mengandung ellagic acid di antaranya stroberi dan apel. Pada stroberi, senyawa tersebut terdapat pada bagian biji, daun, dan daging buah. Kandungan ettagic acid dalam buah stroberi berkisar antara 0,43 - 4,64 mg per gram berat kering. Amerika Serikat merupakan negara yang paling getol meneliti khasiat ellagic acid karena penduduk merekalah yang paling banyak mengonsumsi stroberi di dunia.

3. Catechin, Quercetin dan Kaempferol
Selain eltagic acid, senyawa folifenol lain yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan adalah cateehin, quer-cetin, dan kaempferoL. Diketahui bahwa sifat antioksidatif dari senyawa fitokimia dalam stroberi dapat membantu dalam menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, melalui mekanisme penghambatan oksidasi kolesterol-LDL (kolesterol jahat), menaikkan stabilitas plak, meningkatkan fungsi endotelial vaskuler, dan menurunkan tendensi terjadinya proses trombosis (penggumpalan darah)
Hasil penelitian pengukuran aktivitas antioksidan total terbadap beberapa jenis buah-buahan menempatkan stroberi pada urutan keempat setelah cranberi, apel, dan anggur merah, Aktivitas antioksidan stroberi masih lebih baik dibandingkan buah peach, lemon, dan pir
Read more

tentang strawberry

1. Sejarah Singkat
Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Selanjutnya spesies lain, yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi ini pula yang pertama kali masuk ke Indonesia.
2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Rosaceae
Genus : Fragaria
Spesies : Fragaria spp.

Stroberi yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika Utara dengan F. chiloensis L. var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid yang merupakan stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne. Varitas stroberi introduksi yang dapat ditanam di Indonesia adalah Osogrande, Pajero, Selva, Ostara, Tenira, Robunda, Bogota, Elvira, Grella dan Red Gantlet. Di Cianjur ditanam varitas Hokowaze asal Jepang yang cepat berbuah. Petani Lembang (Bandung) yang sejak lama menanam stroberi, menggunakan varitas lokal Benggala dan Nenas yang cocok untuk membuat makanan olahan dari stroberi seperti jam.
3 MANFAAT TANAMAN
Buah stroberi dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya. Produk makanan yang terbuat dari stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, jam, ataupun stup (compote) stroberi.
4. SENTRA PENANAMAN
Dapat dikatakan bahwa budidaya stroberi belum banyak dikenal dan diminati. Karena memerlukan temperatur rendah, budidaya di Indonesia harus dilakukan di dataran tinggi. Lembang dan Cianjur (Jawa Barat) adalah daerah sentra pertanian di mana petani sudah mulai banyak membudidayakan stroberi. Dapat dikatakan bahwa untuk saat ini, kedua wilayah tersebut adalah sentra penanaman stroberi.
5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim
Tanaman stroberi dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan 600-700 mm/tahun.
Lamanya penyinaran cahaya matahari yang dibutuhkan dalam pertumbuhan adalah 8–10 jam setiap harinya.
Stroberi adalah tanaman subtropis yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi tropis yang memiliki temperatur 17–20 derajat C.
Kelembaban udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman stroberi antara 80-90%.
5.2. Media Tanam
Jika ditanam di kebun, tanah yang dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, mengandung banyak bahan organik, tata air dan udara baik.
Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang ideal untuk budidaya stroberi di kebun adalah 5.4-7.0, sedangkan untuk budidaya di pot adalah 6.5–7,0.
Jika ditanam dikebun maka kedalaman air tanah yang disyaratkan adalah 50-100 cm dari permukaan tanah. Jika ditanam di dalam pot, media harus memiliki sifat poros, mudah merembeskan airdan unsur hara selalu tersedia.
5.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim tersebut adalah 1.000-1.500 meter dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA
6.1. Pembibitan
Stroberi diperbanyak dengan biji dan bibit vegetatif (anakan dan stolon atau akar sulur). Adapun kebutuhan bibit per hektar antara 40.000-83.350.
Perbanyakan dengan biji
Benih dibeli dari toko pertanian, rendam benih di dalam air selama 15 menit lalu keringanginkan.
Kotak persemaian berupa kotak kayu atau plastik, diisi dengan media berupa campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (kompos) halus yang bersih (1:1:1). Benih disemaikan merata di atas media dan tutup dengan tanah tipis. Kotak semai ditutup dengan plastik atau kaca bening dan disimpan pada temperatur18-20 derajat C.
Persemaian disiram setiap hari, setelah bibit berdaun dua helai siap dipindahtanam ke bedeng sapih dengan jarak antar bibit 2-3 cm. Media tanam bedeng sapih sama dengan media persemaian. Bedengan dinaungi dengan plastik bening. Selama di dalam bedengan, bibit diberi pupuk daun. Setelah berukuran 10 cm dan tanaman telah merumpun, bibit dipindahkan ke kebun.
Bibit vegetatif untuk budidaya stroberi di kebun Tanaman induk yang dipilih harus berumur 1-2 tahun, sehat dan produktif. Penyiapan bibit anakan dan stolon adalah sebagai berikut:
Bibit anakan : Rumpun dibongkar dengan cangkul, tanaman induk dibagi menjadi beberapa bagian yang sedikitnya mengandung 1 anakan. Setiap anakan ditanam dalam polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan pupuk kandang halis (1:1:1), simpan di bedeng persemaian beratap plastik.
Bibit stolon : Rumpun yang dipilih telah memiliki akar sulur pertama dan kedua. Kedua akar sulur ini dipotong. Bibit ditanam di dalam atau polibag 18 x 15 cm berisi campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Setelah tingginya 10 cm dan berdaun rimbun, bibit siap dipindahkan ke kebun.
Bibit untuk budidaya stroberi di polibag : Pembibitan dari benih atau anakan/stolon dilakukan dengan cara yang sama, tetapi media tanam berupa campuran gabah padi dan pupuk kandang (2:1). Setelah bibit di persemaian berdaun dua atau bibit dari anakan/stolon di polibag kecil (18 x15) siap pindah, bibit dipindahkan ke polibag besar ukuran 30 x 20 cm berisi media yang sama. Di polibag ini bibit dipelihara sampai menghasilkan.
6.2. Pengolahan Media Tanam
Budidaya di Kebun Tanpa Mulsa Plastik
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik sedalam 30-40 cm.
Keringanginkan selama 15-30 hari.
Buat bedengan: lebar 80 x 100 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 40 x 60 cm atau guludan: lebar 40 x 60 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar guludan 40 x 60 cm.
Taburkan 20-30 ton/ha pupuk kandang/kompos secara merata di permukaan bedengan/ guludan.
Biarkan bedengan/guludan selama 15 hari. f) Buat lubang tanam dengan jarak 40 x 30 cm, 50 x 50 cm atau 50 x 40 cm.
Budidaya di Kebun Dengan Mulsa Plastik.
Di awal musim hujan, lahan diolah dengan baik dan keringanginkan 15-30 hari.
Buatlah bedengan: lebar 80 x 120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm atau guludan: lebar bawah 60 cm, lebar atas 40 cm, tinggi 30-40 cm, panjang disesuaikan dengan lahan, jarak antar bedengan 60 cm.
Keringanginkan 15 hari.
Taburkan dan campurkan dengan tanah bedengan/guludan 200 kg urea, 250 kg SP-36 dan 100 kg/ha KCl.
Siram hingga lembab.
Pasang mulsa plastik hitam atau hitam perak menutupi bedengan/guludan dan kuatkan ujung-ujungnya dengan bantuan bambu berbentuk U.
Buat lubang di atas plastik seukuran alas kaleng bekas susu kental manis. Jarak antar lubang dalam barisan 30, 40 atau 50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40 x 30, 50 x 50 atau 50 x 40 cm.
Buat lubang tanam di atas lubang mulsa tadi.
Pengapuran : Bila tanah masam, 2-4 ton/ha kapur kalsit/dolomit ditebarkan di atas bedengan/guludan lalu dicampur merata. Pengapuran dilakukan segera setelah bedengan/guludan selesai dibuat.
6.3. Teknik Penanaman
Siram polybag berisi bibit dan keluarkan bibit bersama media tanamnya dengan hati-hati.
Tanam satu bibit di lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar pangkal batang.
Untuk tanaman tanpa mulsa, beri pupuk dasar sebanyak 1/3 dari dosis pupuk anjuran (dosis anjuran 200 kg/ha Urea, 250 kg SP-36 dan 150 kg/ha KCl). Pupuk diberikan di dalam lubang sejauh 15 cm di kiri-kanan tanaman.
Sirami tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab.
6.4. Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman : Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Tanaman yang disulam adalah yang mati atau tumbuh abnormal.
Penyiangan : Penyiangan dilakukan pada pertanaman stroberi tanpa ataupun dengan mulsa plastik. Mulsa yang berada di antara barisan/bedengan dicabut dan dibenamkan ke dalam tanah. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan gulma, biasanya dilakukan bersama pemupukan susulan.
Perempelan/Pemangkasan : Tanaman yang terlalu rimbun, terlalu banyak daun harus dipangkas. Pemangkasan dilakukan teratur terutama membuang daun-daun tua/rusak. Tanaman stroberi diremajakan setiap 2 tahun.
Pemupukan
Pertanaman tanpa mulsa: Pupuk susulan diberikan 1,5-2 bulan setelah tanam sebanyak 2/3 dosis anjuran. Pemberian dengan cara ditabur dalam larikan dangkal di antara barisan, kemudian ditutup tanah.
Pertanaman dengan mulsa: Pupuk susulan ditambahkan jika pertumbuhan kurang baik. Campuran urea, SP-36 dan KCl (1:2:1,5) sebanyak 5 kg dilarutkan dalam 200 liter air. Setiap tanaman disiram dengan 350-500 cc larutan pupuk.
Pengairan dan Penyiraman : Sampai tanaman berumur 2 minggu, penyiraman dilakukan 2 kali sehari. Setelah itu penyiraman dikurangi berangsur-angsur dengan syarat tanah tidak mengering.


Mengonsumsi bahan pangan berwarna hijau raja setiap hari tidaklah cukup. Menurut National Canter Institute, kita seharusnya mengonsumsi paling tidak satu clan masing-masing lima kelompok bahan pangan berwarna setiap harinya. Kelima kelompok warna tersebut adalah merah, putih, biro atau ungu, kuning, dan hijau.

Mengapa kita dianjurkan melakukan hat tersebut? Alasan yang mendasarinya, setiap warna menunjukkan jenis senyawa tertentu yang dominan pada suatu bahan pangan. Sesungguhnya di batik warna-warna tersebut terkandung senyawa fitokimia yang berbeda dengan manfaat yang sangat oar biasa bagi tubuh. Stroberi merupakan salah sate bahan pangan yang mewakili kelompok bahan pangan berwarna merah.

Sesuai dengan namanya, senyawa fitokimia merupakan senyawa spesifik yang terdapat pada jenis tanaman tertentu (fito= tanaman) dengan manfaat yang juga sangat spesifik. Menyadari pentingnya pecan senyawa fitokimia tersebut, beberapa upaya telah dilakukan oleh para ahli untuk mengekstrak atau mengisolasi senyawa fitokimia tertentu dari beberapa jenis tanaman.

Namun, upaya-upaya tersebut tidak selalu berhasil dengan baik. Dalam banyak kasus, suatu senyawa fitokimia hanya aktif dan bermanfaat jika berada dalam kondisi bersinergi dengan komponen lainnya pada bahan pangan tertentu. Upaya isolasi dan pemurnian znenyebabkan, senyawa tersebut tercabut dan terpisah dari yang lainnya, sehingga khasiatnya menjadi menurun atau hilang sama sekali. Oleh karena itu, konsumsi pangan alami jauh lebih baik daripada yang telah dimurnikan.
Beberapa senyawa fitokimia yang terdapat pada buah stroberi adalah:

1. Anthocyanin
Anfhocyanin tergolong dalam komponen flavonoid. Senyawa ini merupakan pigmen pemberi warna merah pada stroberi. Anthocyanin memiliki efek dalam menurunkan tekanan darah serta melindungi terhadap masalah-masalah yang disebabkan oleh diabetes.

2. Ellagic Acid
Selain zat gizi, stroberi juga mengandung senyawa fitokimia yang disebut etlagic acid, yaitu suatu persenyawaan fenol yang berpotensi sebagai antikarsinogen dan antimutagen. Senyawa karsinogen yang memicu timbulnya kanker tersebar luas di lingkungan kita, baik yang berasal dari bahan pangan maupun nonpangan. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita membekali dm dengan banyak mengonsumsi bahan pangan yang mengandung senyawa antikarsinogen, seperti stroberi.

Ellagic acid merupakan persenyawaan fenolik alamiah yang ditemukan pada beberapa famili tanaman,`seperti Rosaceae, Fagaceae, Saxifragaceae, Cunomirutceae dan Myrotharnnaceae. Jenis tanatnan dan famili RosncPae yang banyak mengandung ellagic acid di antaranya stroberi dan apel. Pada stroberi, senyawa tersebut terdapat pada bagian biji, daun, dan daging buah. Kandungan ettagic acid dalam buah stroberi berkisar antara 0,43 - 4,64 mg per gram berat kering. Amerika Serikat merupakan negara yang paling getol meneliti khasiat ellagic acid karena penduduk merekalah yang paling banyak mengonsumsi stroberi di dunia.

3. Catechin, Quercetin dan Kaempferol
Selain eltagic acid, senyawa folifenol lain yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan adalah cateehin, quer-cetin, dan kaempferoL. Diketahui bahwa sifat antioksidatif dari senyawa fitokimia dalam stroberi dapat membantu dalam menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, melalui mekanisme penghambatan oksidasi kolesterol-LDL (kolesterol jahat), menaikkan stabilitas plak, meningkatkan fungsi endotelial vaskuler, dan menurunkan tendensi terjadinya proses trombosis (penggumpalan darah)
Hasil penelitian pengukuran aktivitas antioksidan total terbadap beberapa jenis buah-buahan menempatkan stroberi pada urutan keempat setelah cranberi, apel, dan anggur merah, Aktivitas antioksidan stroberi masih lebih baik dibandingkan buah peach, lemon, dan pir
Read more

Senin, November 10, 2008

Jalan Baru Pemuda Indonesia Refleksi kritis atas matinya nasionalisme

“Perubahan dimulai dari membuang duri dijalan, agar tak terinjak yang lain”

80 Tahun sudah para pemuda Indonesia menorehkan kidahnya dalam mengantarkan bangsa ini menuju jalan panjang yang bernama kesatuan. Deangan latar belakang yang berbeda, mereka mengukuhkan satu bangsa satu nusa satu bahasa, semua tak lain demi persatuan bangsa ini menuju cita-cita, sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat.

Harta dan nyawa bukanlah sebuah halangan dalam menorehkan kisahnya demi bangsa ini, ketulusan menjadi sebuah baju yang melekat erat dan kejujuran menjadi langkah kebersamaan. Sebuah plot dan epic bangsa yang tertindas bangkit, itulah kita, Indonesia. Lewat para pemuda 80 tahun silamlah, kini semua bisa menghirup nafas dari keberadaan negeri yang berkepulauan ini.

Hari yang tepat semua memperingati momen tersebut, namun seiring waktu akankah momen tersebut masih meniupkan makna dari “ Sumpah Pemuda” Indonesia tahun 80 silam, atau hanyalah ritus tahunan yang hanya menjadkan tanggal tersebut sebagai tanggal ceremonial saja??. Lantas dari sekian banyak jargon memperingati sumpah pemuda, punya makna apa untuk melanjutkan sumpah pemuda pada hari esok.
Dikala semua bicara nasionalisme, yang pada kenyataannya nasionalisme sendiri telah di lempar ke dalam tong sampah keterpurukan bangsa ini, hingga pada akhirnya nasionalisme telah mati. Dan akan dikenang hanya pada tanggal-tanggal keramat, sambil menunggu kehancuran. Mirip perayaan ulang tahun memang, bukan lantas harus bertanya, berapa usia kita, tapi mau apa dngan usia kita sebagai pemuda.

Itulah wacana-wacana yang digulirkan ketika memperingati hari “Sumpah Pemuda” oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-UNPI) pada tanggal 28 Oktober 2008 lalu di “Meja kebangsaan serba guna kantin UNPI”. Perayaan yang juga diisi oleh berbagai macam simbolik yang sederhana, bukan menjadi sebuah halangan dan hambatan untuk tetap menjunjung tinggi kehormatan para pemuda di tahun 80. Dalam acara tersebut pun turut mengundang pembicara dari kalangan dosen dan mahasiswa yang membuat suasana nasionalis terasa membakar dada. Terlebih Opening Act yang disajikan, berupa pembacaan puisi “Revolusi belum Mati” semakin membuat suasana kajian peringatan “Sumpah Pemuda” menjadi begitu sakral. Semangat inilah yang terlihat dalam setiap diri mahasiswa dan mahasiswi UNPI yang menjadikan momen tersebut sebagai hari dimana kita sebagai pemuda, memulai untuk maju bersama atas nama nasionalisme.

Namun, kemajuan zaman yang sarat dengan globalisasi, hari ini tengah menghantui para pemuda Indonesia. Dikala mereka lupa akan jati diri mereka dan secara sengaja “melacurkan” harga diri menjadi sebuah kesenangan hidup yang hanya sementara serta mereka gadaikan pada setumpuk uang. Pemuda yang seharusnya menjadi generasi penerus misi dalam persatuan bangsa, seperti acuh tak acuh akan suasana bangsa saat ini. Lantas, adakah jalan untuk mengembalikan “moral lacur” mereka untuk konsep pembangunan jati diri di negeri ini?? Inilah realitas yang harus kita pikirkan bersama. Bukan hanya oleh pemerintah saja, tetapi oleh kita juga sebagai pemuda penerus bangsa. Jika kesadaran ini tidak dimulai oleh kita, siapa lagi?? Dan jika tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi??. Oleh karena itu, mari kita berbuat sesuatu untuk bangsa ini, Indonesia.

(ck-4)
Read more

Dari Redaksi

Salam Redaksi!!!!
Woi, bukan rebel kampus namanya kalo wahana kampus gak bisa bertahan sampe hari ini. Liburan selama 3 bulan full, emqng bikin otak agak beku. Eits tapi engga buat para pemburu berita kayak kita. Liburan yang nyantai nan damai selalu kita idamkan, tapi gimana lagi brow...kita itu para drakula yang haus akan informasi. Gatel banget kalo gak bikin sebuah berita yang pengen ditunjukin sama kalian semua. Tampang Buletin ini emang gini-gini aza, tapi berita yang kami sajikan tentu lebih cihuy donk...Makanya ditunggu banget partisipasi kalian semua buat ikutan nulis n nebeng di Buletin Wahana kampus edisi mendatang. . . Pokonya cayo buat para aktivis kampus, kalian emang rebel !!!

UKM yang ada dan berdiri di UNPI sudah mencapai 8 organisasi, dengan segala hiruk-pikuk kegiatannya yang beragam. Diawali dengan FUMI dan DKM untuk bidang religi islami, Basket yang gandrung dengan dunia olahraganya. HI, Tarung Drajat dan BKC yang solid dengan ilmu Bela diri dan jurus mematikannya. Serta Gamapala yang eksis dengan jiwa petualangnya. Dan tak lupa Teater BIROE yang tampil memukau dengan gaya dan perannya di dunia teaternya. Masing-masing UKM tersebut menawarkan sejumput ilmu dan kemampuan yang berguna untuk dipelajari. Makanya, Nyo ikutan ! (redaksi)
Splash News : * Tim Basket UNPI berhasil Mengguli kemenangan 55-54 melawan UNSUR dalam pertandingan persahabatan sabtu lalu. Keduanya sepakat akan menggelar kembali pertandingan yang sama dengan konsep yang lebih akbar. (Redaksi)
* OKP HMI, (24-26/10) lalu sukses menggelar acara LK-1 yang memboyong 22 orang kader yang siap menjadi penerus misi HMI dalam memperjuangkan nilai2 kemanusiaan yang universal..

Redaksi..
Read more

Budaya Global ; Budaya Langit yang Nakal dan Binal

Doraemon, bisa ikutan numpang “Ulang 11 tahun” mengudara secara terus-menerus. Sementara Keluarga Cemara, untuk 100 episode yang akan datang, sedikitnya perlu 7 bulan hanya untuk memproduksi.
Impian mewujudkan Indonesia yang maju, demokratis, adil dan kokoh, merupakan obsesi gerakan reformasi yang bergulir di Indonesia selama ini. Namun, sebagai sebuah impian dan juga harapan tampaknya memang masih jauh dari realitas yang ada. Krisis ekonomi belum sepenuhnya teratasi, sementara demokratisasi dalam system politik sedang dalam proses mencari bentuk. Penegakan korupsi dan KKN belum tercapai sepenuhnya, karena masih ada pihak-pihak yang “nakal” dan “getol” mengemas keadaan serta situasi untuk dipalsukan. Pada awalnya, budaya bangsa adalah pemahaman yang bersifat politis. Suatu Individu, suatu kelompok, mengidentifikasikan diri dalam pengertian bersama dan mewujud dalam suatu bangsa.

Globalisasi merupakan proses yang secara nature terjadi. Mau tidak mau, Indonesiapun harus siap menghadapinya. Pendekatan professional menjadi kata kunci baru untuk ini.
Masalah dasarnya mudah diterka. Pada awal titik-titik tertentu terjadilah benturan antara “budaya dari langit” yang tak mengenal “budaya bumi nasional”. Adanya komunikasi yang tak terarah dan proteksi pribadi bangsa, membuat globalisasi merupakan ancaman dan tantangan yang takan pernah mati untuk Masih bisa mengatakan beruntung, karena ternyata produk dalam negeri masih menempati waktu yang prima dalam penyiaran meskipun segala macam “gerutuan” kita masih menyenangi produk sendiri untuk waktu yang tak bisa diprediksikan. Entah lusa atau 1 tahun mendatang lagi. Hanya butuh hitungan waktu, dimana nilai budaya bangsa akan makin terabaikan.

Adakah siasat yang bisa mengimbangi “budaya global” yang datang dari langit, yang barangkali terasa nakal, terasa banal dan terkesan liar serta mengancam??

Dalam dunia persilatan terkenal jurus dari tokoh ‘Buyung Hok” yang datsyat mengalahkan lawan dengan jurus andalannya. Kalau jagoan pedang harus ditaklukan dengan pedang. Barangkali jalan yang kita pakai menjadi bagian dari “budaya langit”. Yaitu menjadi bagian dalam proses globalisasi dan menjadi salah satu unsure di dalamnya. Bukan hanya mengimpor, tetapi juga mengekspor.
( c-k4 )
Read more

KIRIMAN PUISI

DIORAMA KEMATIAN SOPHIA

Ketika senja muram
Aku telah mati…
Dimana aku disimpan
tepat kau tutup rapat pintu
melaju menuju perjamuan.
Lampu kota sepanjang jalan
redup memuncak harga diri retak.
Nasib terkelam anak manusia
Plot pengkhianatan sebuah epic.
Enggan aku ditambah berbilang
Rhetoric bulan ketiga pecah
Scenario musnah ketika panggung
Tak layak buat kemanusiaan.

Ego menyelimuti salah
Apalah lisan
jika tangan tak lagi dijabat erat.
Kuikuti rasa terkoyak
Meninggalkan rumah
Memasuki lorong tersempit
Dari kebekuan jiwa manusia.

Pada malam nyanyian Tuhan
Malaikat melebarkan sayap
Menyingkirkan batasan.
Aku memandang potret
Hamba bersimpuh diseputar altar
Pengakuan kata
Airmata tekanan jiwa
Bukan kepasrahan.

hijab terbuka sudah
Rekayasa sebuah epic
Meruntuhkan harapan
Melemparkan kepercayaan pada sosok.
Dengan jiwa semesta
Kuikuti arus nasib
Berjalan meninggalkan
Sosok keterasingan
Menaiki kendaraan
Menuju tatanan dunia baru
Dimana kejujuran keikhlasan
Tak lagi menampakan wajah lainDitempat usang aku terlelap dibatasi dinding khayalan



Suara terkelam datang dari masa lalu
mengusik tidur……………
Kenangan seperti pelangi pada senja yang kabur
Sekejap muncul
Indah namun rapuh
Membangunkan rindu yang makin luntur.
Inilah rasa yang tak mungkin digenggam lagi…………

Pada waktu separuh malam
Jiwa terkoyak sempat berucap
Jika sekiranya
Engkau hawwa itu…
Akan kupeluk
Kudekap erat
Dalam wangi sorga…..
Namun sileut kecil
Dari sebuah plot menyisakan
Kisah terkelam
Socrates dan Suhrawardi
Tanpa sebongkah kata
Dilempar pergi.
aku hilang
Biar senja beri pesan lain
Dan pada malam itu tepat
Baginya aku telah mati.

kupersembahkan buat mereka yg
Mempertemukan filo dan Sophia

MELIHAT DUNIA
Disimpang tiga kita bercerita
Lewat semangkuk es,
Sepotong sajak,
Sebatang rokok tepat 14 ramadan 1428 H
“Melihat dunia saat senja memudar sepinya hati hampa tak termiliki
Melihat dunia saat senja menghilang aku mencari engkau dimana”
Kata – kata dari mulut kawanku
Ketika rindu dipuncak ubun –ubun
Sementara dilain cerita
Josephira tengah asik
Bermain peran diranjang
Dengan cinta keduanya…
Tangan biru lebam diatas bis kota
Menetes terkoyak ditikam rasa
keyakinan memudar
Pengkhianatan pujaan.
Biarlah kawan
Josephira… mu tak lagi Maria perawan suci

Hati yang tergores menganga
Menghempaskan mimpi dan harapan
melihat dunia
melaju meninggalkan sakit
diiringi nyanyian radio yang hampir putus

“Lihat langkahku*”
“Mulai nyalakan kembali dunia yang terlupa”

Bis kota melaju dari ibu kota
Meninggalkan kenangan
merindu dan membiru
Sebotol vodka diteguk tak lebih mabuk dari kisah ibu kota.
Percakapan terakhir disaranx
Tepat sebelum tegukan terakhir……..
Aku teringat masa lalu dan cinta terbesarku pada josephira…
Rindu yang makin luntur.
Manis sedikit perih kawan.
Masa lalu membangunkan luka-luka yang lama tertidur…………
Josephir…kini aku melukai diriku sendiri dalam hening.
Hempasan rindu duka dan cinta
Tak lagi kisah yusuf zulaykha
Maznun layla.
isi dunia tak lebih
Maut hidup dan cinta.
Kawan…
( The Bohemian Poet )
Read more