Minggu, Februari 15, 2009

SOSIOLOGI dalam Masyarakat

PENGANTAR SOSIOLOGI

Definisi Sosiologi dan Sifat Hakekatnya

Adalah sangat sukar untuk merumuskan suatu definisi (batasan makna) yang dapat mengemukakan keseluruhan pengertian, sifat dan hakekat yang dimaksud dalam beberapa kata dan kalimat. Oleh sebab itu, suatu definisi hanya dapat dipakai sebagai suatu pegangan sementara saja.

Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
Sifat-sifat hakekat sosiologi adalah:

a. Telah diketahui bahwa sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
b. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normatif akan tetapi adalah suatu disiplin yang kategoris, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
c. Sosiologi merupakan ilmu pengtahuan yang murni (Pure Science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terpakai atau terapan (Applied Science).
d. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang kongkrit.
e. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum.
f. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.
g. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus.

Perkembangan Sosiologi

Sosiologi Auguste Comte (1798-1853)

Auguste Comte yang pertama-tama memakai istilah “sosiologi” adalah orang pertama yang membedakan antara ruang lingkup dan isi sosiologi dari ruang lingkup dan isi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

Menurut Comte, masyarakat harus diteliti atas dasar fakta-fakta objektif dan dia juga menekankan pentingnya penelitian-penelitian perbandingan antara pelbagai masyarakat yang berlainan.

Teori-Teori Sesudah Comte
a. Mazhab Geografi dan Lingkungan.
Pentingnya Mazhab ini adalah bahwa ajaran-ajaran atau teori-teori menghubngkan factor keadaan alam dengan factor-faktor struktur serta organisasi sosial. Ajaran dan teorinya mengungkapkan adanya korelasi antar tempat tinggal dengan adanya aneka ragam karakteristik kehidupan sosial suatu masyarak tertentu.

b Mazhab Organis dan Evolusioner.
Ajaran-ajaran serta teori-teori bidang biologi, dalam arti luas, banyak mempengaruhi teori-teori sosiologi.
Herbert Spencer adalah orang yang pertama-tama menulis tentang masyarakat atas dasar data empiris yang kongkrit. Suatu organisme menurut Spencer akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan dengan adanya diferensiasi antar bagian-bagiannya. Secara evolusioner, maka tahap organisme tersebut akan semakin sempurna sifatnya.
c Mazhab Formal
Ahli-ahli piker yang menonjol dari mahzab ini,kebanyakan dari Jerman.Sangat terpengaruh oleh ajaran-ajaran dan filsafat Immanuel Kant.Salah seorang diantaranya ialah George Simmel (1858-1918). Menurut Simmel,elemen-elemen masyarakat mencapai kesatuan melalui bentuk-bentuk yang mengatur hubungan antara elemen-elemen tersebut.Adalah tugas seorang Sosiolog untuk menganalisis proses terjadinya dan mengidentifikasikan pengaruh-pengaruhnya tersebut.
d Mazhab psikologi
Diantara sosiolog-sosiolog yang mendasarkan terjadinya pada psikologi adalah Gabriel Tarde (1843-1904) dari Prancis.Menurutnya bahwa gejala sosial mempunyai sifat psikologis yang terdiri dari interaksi antara jiwa-jiwa individu,dimana jiwa tersebut terdiri dari kepercayaan-kepercayaan dan keinginan-keinginan.Bentuk-bentuk utama dari interaksi mental individu-individu adalah imitasi, oposisi dan adaptasi atau penemuan baru.
e Mazhab Ekonomi
Karl Marx telah mempergunakan metode-metode sejarah dan filsafat untuk membangun suatu teori tentang perunahan yang menunjukan perkembangan masyarakat menuju suatu keaadaan dimana ada keadaan sosial. Menurut Marx, selama masyarakat masih terbagi atas kelas-kelas, maka pada kelas yang berkuasalah akan terhimpun segala kekuatan dan kekayaan. Hukum, filsafat, agama dan kesenian merupakan refleksi dari status ekonomi kelas tersebut.
f Mazhab Hukum
Didalam tradisi perkembangan sosiologi hukum di Amerika Serikat, konsepsi budaya hokum mulai diperkenalkan pada tahun 60-an oleh Lawrence M Friedman lewat tulisan yang berjudul “Legal Culture And Social Development”. Konsepsi budaya hukum menunjuk pada nilai-nilai yang berkaitan dengan hukum (substantif) dan proses hukum (hukum ajektif)

INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial adalah hubungan yang dinamis antara inidividu dengan individu dan antara kelommpok dengan kelompok.

Berlangsungnya proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, antara lain, faktor imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati. Faktor imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Namun demikian, imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal-hal yang negatif dimana misalnya, yang ditiru adalah tindakan-tindakan yang menyimpang.

Faktor sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau sesuatu sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain.

Identifikasi sebenarnya merupakan kecenderungan-kecenderungan atau keinginan-keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Identifikasi sifatnya lebih mendalam dari pada imitasi, oleh karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses ini.

Proses simpati sebenarnya merupakan suatu proses dimana seseorang measa tertarik pada pihak lain. Simpati adalah keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerjasama dengannya.

Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu:
1 Adanya kontak sosial (Social-contact),
2 Adanya komunikasi
Kata kontak berasal dari bahasa latin con atau cum (yang artinya bersama-sama) dan tango (menyentuh),jadi artinya secara harfiah adalah bersama-sama menyentuh.

Arti terpenting dari komunikasi adalah bahwa seseorang memberikan tafsiran pada perilaku orang lain (yang berwujud pembicaraan,gerak-gerak badaniah atau sikap),perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.Orang yang bersangkutan kemudian memberikan reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang lain tersebut.
 Bentuk-bentuk interaksi sosial :
a) Cooperation (kerja sama)
b) Competition (kompetisi)
c) Conflict (perselisihan)
d) Contravention (kontravensi)
e) Accomodation (akomodasi)

Sistem sosial adalah sistem yang ada pada masyarakat yang terdiri atas elemen-elemen sosial dan terbentuk dari tidakan-tindakan sosial yang dilakukan individu-individu dalam interaksi satu dengan yang lain.Dari interaksi tersebut terbentuk hubungan-hubungan sosial yang kemudian membentuk struktur sosial.Di dalam struktur sosial tersebut terdapat status,peran,nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi sosial. Di dalam struktur sosial juga terdapat unsur-unsur sosial yang pokok,seperti kaidah sosial,lembaga sosial,kelompok sosial dan lapisan sosial.Struktur sosial inilah yang akhirnya akan menentukan corak dari suatu bentuk masyarakat.

TEORI MASYARAKAT

Teori masyarakat

Menghadapi keanekaragaman teori,aliran,wawasan dan pandangan Filsafat mengenai manusia,serta menghadapi pula problem tentang kemanusiaan.Dijelaskan dengan Paradigma yang beraneka ragam.Pandangan mengenai manusia tidak saja mempunyai relevansi teorititis tetapi juga implikasi-implikasi yang praktis.Pandangan tertentu mengenai manusia ini antara lain mewarnai bagaimana kita memperlakukan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat antara pribadi menjadi implikasi praktis dalam kehidupan sosial dengan orang lain.
Ilmu sosiologi pada awalnya merupakan bagian dari filsafat pandangan sosial yang juga membahas tentang masyarakat.Hanya saja pada saat itu sosiologi belum memiliki satu metode ilmiah yang yang dapat berdiri sendiri.Akhirnya pada abad ke-19,Seorang kebangsaan Francis Auguste Comte sekaligus sebagai Bapak Sosiologi pada tahun (1798-1857) menyatakan bahwa sosiologi,sebagai ilmu yang dapat berdiri sendiri.Yang mempunyai kriteria bersifat teoritis, empiris (nyata dan dapat dibuktikan), komulatif (dapat ditambahkan dengan pengetahuan yang baru), dan non-etis (bisa mengubah teori).Dengan objek penelitian utamanya adalah masyarakat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,masyarakat didefinisikan sebagai : sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.Adapun beberapa teori yang mengartikan masyarakat, yaitu sebagai berikut :

Menurut Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

Menurut Karl Marx, masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

Menurut Max-Weber, masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

Menurut Mac Iver dan Charles Page, masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara,dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan,dari pengawasan tingkah laku serta kebebasan manusia.

Menurut Selo Sumardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

Menurut Paul B.Horton dan C.Hunt, masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relatif mandiri,yang hidup bersama cukup lama dan mendiami suatu wilayah tertentu,memiliki kebudayaan dan melakukan sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.

Menurut Harold Laski, masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersma ditempat yang sama dan bekerja sama untuk mendapatkan tujuan bersama.

Menurut Ralph Linton, masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup dan telah lama sehingga dapat mengatur hidup mereka dan menggap diri mereka satu kesatuan sosiala dengan batasan yang jelas.

Perbedaan masyarakat Kota dan Desa

Dalam masyarakat modern,sering dibedakan anatara masyarakat pedesaan dengan masyarakat pedesaan rural comunity,dan urban comunity.Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana,karena dalam masyarakat modern,betapapun kecilnya suatu desa,pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota.Sebaliknya pada masyarakat bersahaja,pengaruh dari kota secara relatif tidak ada.

A.Kehidupan Masyarakat Kota

Orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup,sehubungan dengan masyarakat sekitarnya.Yang mempunyai ciri-ciri :
1) Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dngan kehidupan agama di Desa
2) Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain
3) Pembagian kerja diantara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata
4) Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan lebih banyak dari pada warga desa
5) Jalan pikiran rasional yang prasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan
6) Jalan kehidupan yang cepat di Kota,mengakibatkan pentingnya faktor waktu
7) Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota,karena kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh luar

Namun,kelemahan dari Kehidupan Kota pun dapat terlihat dengan berkurangnya lahan untuk pemukiman yang menyebabkan sempitnya dalam perkembangan kehidupan yang lebih baik.Baik dilihat dalm sisi kesehatan,masyarakat Kota lebih cenderung mengidap lebih banyak mengalami masalah kesehatan karena kondisi lingkungan yang tidak mendukung.

B.Kehidupan Masyarakat Desa

Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya.Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan.

Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedasaan umunya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasehat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi.Adapun keunggulan dari masyarakat desa ialah :
1) Tingkat kekentalan terhadap Agama lebih menonjol
2) Sifat kekeluargaan yang bergotong-royong masih menjadi ciri khas yang relatif masih banyak ditemui
3) Sikap sopan santun yang masih melekat pada setiap anggota masyarakatnya masih menjadi modal utama kehidupan masyarakat desa
4) Kebiasaan adat istiadat yang selalu menjadi sumber dari kegiatan desa masih menjadi patokan dalam ritual kebudayaan
Namun ada pula yang menjadi kekurangan dari desa yaitu sebagian yang terdapat dalam kelebihan masyarakat kota.

PROSES TERBENTUKNYA MASYARAKAT

Kriteria dan unsur sistem sosial

Dari teori-teori para sosiolog di atas tentang mayarakat,dapat disimpulkan tentang beberapa unsur-unsur dari suatu masyarakat,yang juga dikemukakan oleh Soerjono Soekanto, yaitu :
1) Terdapat sekurang-kurangnya dua orang manusia yang hidup bersama
2) Mereka berhubungan dalam waktu yang cukup lama.Hal ini akan menimbulkan manusia-manusia baru.Selain itu,sebagai akibat hidup bersama timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia.
3) Mereka sadar bahwa mereka satu kesatuan.
4) Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama yang dapat menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.

Pada dasarnya masyarakat terbentuk karena manusia memiliki keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lainnya dan keinginan untuk menyatu dengan lingkungan alamnya.Manusia menggunakan pikiran,perasaan dan keinginan-keinginannya dalam memberikan reaksi terhadap lingkungannya.Selain itu,manusia mempunyai naluri untuk selalu berhubungan dengan sesamannya.Hubungan yang berkesinambungan tersebutmenghasilkan pola pergaulan yang dinamakan pola interaksi sosial.

Marion Levy menyatakan bahwa ada lima kriteria yang perlu dipenuhi agar suatu kelompok dapat disebut masyarakat.Keempat kriteria itu adalahsebagai berikut :
 Kemampuan bertahan melebihi masa hidupp seseorang anggotannya.
 Perekrutan seluruh atau sebagian anggotannya melalui reproduksi atau kelahiran
 Adanya sistem tindakan utama
 Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama
 Melakukan sosialisasi pada generasi selanjutnya.
(Talcot Palson).
Dari Uraian diatas terlihat bahwa masyarakat sebetulnya adalah sebuah sistem (sistem sosial) karena mencakup berbagai komponen dasar yang saling berkaitan secara fungsional.Beberapa komponen tersebut adalah populasi (warga masyarakat secara kolektif),kebudayaan dan hasil-hasilnya,organisasi sosial dan lembaga sosial.
Menurut Loomis,masyarakat sebagai sistem sosial memiliki sembilan unsur berikut :

Kepercayaan dan Pengetahuan, Perilaku anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui tentang kebenaran,sistem religi dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta

Perasaan, adalah kewajiban manusia yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya,termasuk di dalamnya sesama manusia.Perasaan terbentuk melalui hubungan yang menghasilkan situasi kewajiban tertentu yang bila sampai pada tingkat tertentu harus dikuasai agar tidak terjadi ketegangan jika berlebih-lebihan.

Tujuan, adalah suatu hasil akhir atas suatu tindakan atau perilaku yang harus dicapai,melalui perubahan-perubahan maupun dengan mempertahankan sesuatu yang sudah mantap.

Kedudukan (status) dan peran (role), kedudukan status adalah posisi seseorang secara umum dalam masyarakat dan hubungan dengan orang lain,seperti pergaulannya,prestasi,hak-hak serta kewajibanya.Peran (role) adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang sesuai dengan statusnya.

Kaidah atau norma, adalah pedoman-pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat.norma sosial merupakan patokan tingkah laku yang dibenarkan dalam masyarakat.

Tingkat atau pangkat, berkaitan dengan ststus atau peranan seseorang dalam masyarakat.pangkat diperoleh setelah melalui penilaian terhadap perilaku seseorang.

Kekuasaan, setiap kemampuan untuk mempengaruhi pihak-pihak lain.
Sanksi, suatu bentuk imbaslan yang diberikan terhadap seseorang atas perilakunya dan diberikan atau ditetapkan oleh masyarakat supaya sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Fasilitas (sarana), semua bentuk cara,metode,benda-benda yang digunakan manusia untuk mencapai tujuan.
Unsur-unsur inilah yang nantinya akan menentukan bentuk masyarakat dan mengikat dalam ikatan sosial dengan dukungan lingkungan yang dinamis dan kondusif.

Dasar proses sosial

Proses sosial memberi gambaran tentang dinamika atau gerak diri masyarakat.masyarakat sering dapat ditinjau dari segi strukturnya atau dari aspek fungsinya.Fungsi dapat dilihat dalam pengertian tampang-melintang pada suatu waktu yang sama.Proses,di lain pihak perlu dianalisis dalam kurun waktu yang berbeda dengan memperhatikan titik pengamatan tertentu sampai dengan titik pandang yang lain juga dititik beratkan pada pedoman agama yang kental,sehingga setiap proses yang dilakukan dalam lingkungan sosial dapat terkendali dengan baik.

Ciri masyarakat yang berpedoman pada agama

Ciri-ciri masyarakat yang berpedoman pada agama sebagai tuntunan adalah sebagai berikut :
1. Ber-Tuhan artinya bahwa masyarakat tersebut adalah masyarakat yang beragama,yang mengakui adanya tuhan dan menempatkan hukum Tuhan sebagai landasan yang mengatur kehidupan sosial.
2. Damai,artinya masing-masing elemen masyarakat baik secara individu maupun secara berkelompok menghormati pihak lain secara adil.Sehingga tirani minoritas dan anarkhi mayoritas dapat dihindarkan.
3. Tolong-menolong tanpa mencampuri urusan internal individu lain yang dapat mengurangi kebebasannya.
4. Toleran,artrinya tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan Tuhan sebagai kebebasan manusia.Seperti meyakini kepercayaan terhadap agama yang akan dipeluk seseorang sebagai pedoman hidupnya.
5. Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial.Setiap anggotanya memiliki hak dan kewajiban untuk menciptakan perdamaian,kesejahteraan,dan keutuhan masyarakatnya sesuai dengan kondisi masinhg-masing.

ANEKA KEBUDAYAAN DAN
KEHIDUPAN MASYARAKAT

Dua orang Antropolog terkemuka yaitu,Melville.J.Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukan bahwa Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan oleh adanya kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri dalam kehidupannya.

Kata kebudayaan berasal dari bahasa Ssansekerta “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak kata “buddhi” yang berarti budi atau akal.Kebudayaan diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal”.Adapun istilah culture yang merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan,berasal dari kata Latin colere.Artinya mengolah atau mengerjakan.Dari asal arti tersebut dapat diartikan segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral,hukum,adapt-istiadat dan lain kemampuan serta kebiasaaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.Dengan kata lain kebudayaan mencakup kesemuanya yang dapat dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat.Kebudayaaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku yang normatif.Artinya mencakup semua cara-cara dan pola berpikir, merasakan dan bertindak.

Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya,rasa dan cipta masyarakat.Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya,agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat.

Rasa yang meliputi jiwa manusia,mewujudkan segala kaidah-kaidah dan nilai-nilai social yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasyarakatan dalam arti yang luas.Didalamnya termasuk misalnya saja agama,ideology,kebatinan,kesenian dan semua unsur yang merupakan hasil eksprresi jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat.Selanjutnya,cipta merupakan kemampuan mental, yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan.Cipta merupakan baik yang berwujud teori murni,maupun yang telah disusun untuk langsung diamalkan dalam kehidupan masyarakat.

STRATIFIKASI SOSIAL

Pengertian

Setiap masyarakat senantiasa mempunyai penghargaan tertentu terhadap hal-hal tertentu dalam masyarakat yang bersangkutan.Penghargaan yang lebih tinggi terhadap hal-hal tertentu,akan menempatkan hal tersebut pada kedudukan yang lebih tinggi dari hal yang lainnya.Gejala tersebut menimbulkan lapisan masyarakat,yang merupakan pembedaan posisi seseorang atau suatu kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.

Sistem lapisan dalam masyarakat tersebut,dalam sosiologi dikenal dengan social stratification.Kata Stratification berasal dari stratum (jamaknya : strata yang berarti lapisan). Pitirim A Sorokin menyatakan bahwa social stratification adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (Hirarkis). Perwujudannya adalah kelas-kelas tinggi dan yang lebih rendah.

Bentuk-bentuk lapisan masyarakat berbeda-beda dan banyak sekali.Lapisan-lapisan tersebut tetap ada,sekalipun dalam masyarakat Kapitalistis, Demokratis, Komunistis dan lain sebagainya.Lapisan masyarakat tadi,mulai ada sejak manusia mengenal adanya kehidupan bersama di dalam suatu organisasi sosial.

Bentuk-bentuk konkrit lapisan masyarakat tersebut banyak.Akan tetapi secara prinsifil,bentuk-bentuk tersebut dapt diklasifikasikan ke dalam 3 macam kelas,yaitu yang ekonomis,politis dan yang didasarkan pada jabatan-jabatan tertentu dalam masyarakat.Umumnya,ke-3 bentuk pokok tadi mempunyai hubungan yang erat satu dengan lainnya dimana terjadi saling pengaruh mempengaruhi.Akan tetapi,tidak semua demikian keadaannya.Hal itu semuanya tergantung pada sistem nilai yang berlaku serta berkembang dalam masyarakat bersangkutan.

Terjadinya Lapisan Masyarakat

Adanya system lapisan masyarakat dapat terjadi dengan sendirinya dalam proses pertumbuhan masyarakat itu. Tetapi ada pula yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Yang biasa menjadi alasan terbentuknya lapisan masyarakat yang terjadi dengan sendirinya adalah kepandaian, tingkat umur (yang senior), sifat keaslian keanggotaan kerabat seorang kepala masyarakat, dan mungkin juga harta dalam batas-batas tertentu.

Secara teoritis, semua manusia dapat dianggap sederajat. Akan tetapi sesuai dengan kenyataan hidup kelompok-kelompok sosial, halnya tidaklah demikian. Pembedaan atas lapisan merupakan gejala universal yang merupakan bagian sistem sosial setiap masyarakat.

Seperti telah diuraikan adapula sistem lapisan yang dengan sengaja disusun untuk mengejar suatu tujuan bersama. Hal itu biasanya berkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi-organisasi formal, seperti pemerintahan, perusahaan, partai politik, angkatan bersenjata atau perkumpulan. Kekuasaan dan wewenang merupakan unsur khusus dalam sistem lapisan. Unsur mana mempunyai sifat yang lain dari uang, tanah, benda-benda ekonomis, ilmu pengetahuan atau kehormatan.

Sifat Sistem Lapisan Masyarakat

Sifat sistem lapisan di dalam suatu masyarakat dapat bersifat tertutup (closed social stratification) dan terbuka (open social stratification). Yang bersifat tertutup membatasi kemungkinan pindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain. Baik yang merupakan gerak ke atas atau ke bawah. Di dalam sistem yang demikian, satu-satunya jalan untuk menjadi anggota suatu lapisan dalam masyarakat adalah kelahiran. Sebaliknya di dalam sistem terbuka setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berusaha dengan kecakapan sendiri untuk naik lapisan atau bagi mereka yang tidak beruntung, untuk jatuh dari lapisan yang atas ke lapisan di bawahnya. Pada umumnya sistem terbuka ini memberikan perangsang yang lebih besar pada setiap anggota masyarakat untuk dijadikan landasan pembangunan masyarakat dari ada system yang tertutup.

Sistem tertutup jelas terlihat pada masyarakat India yang berkasta. Atau di dalam masyarakat yang feodal, atau masyarakat dimana lapisannya tergantung pada perbedaan-perbedaan rasial. Apabila ditelaah pada masyarakat India, sistem lapisan di sana sangat kaku dan menjelma dalam diri kasta-kasta.


Oleh : Sisika Dian Klaresia / 06810007 / Bahan evaluasi telaah Sosiologi dalam Masyarakat

0 komentar:

Poskan Komentar

Kasiiiih koment yang membangun yaaah....biar tetep semangat nulisnya...hehehe...tp insya allah kita terima apapun juga yang penting Kalian isi buku tamu okay !!!